Roberto Mancini’s name is once again making waves within the Italian Football Federation. According to multiple Italian outlets, the former Euro 2021 champion remains a serious contender to reclaim the Azzurri dugout, even if Antonio Conte still holds a slight edge in the ongoing talks.
The Italian Federation is expected to officially announce its new head coach after the FIGC presidential election scheduled for June 22, 2026. In the meantime, several profiles are being considered to succeed the current staff.
Italian media report that Mancini would accept a reduced salary, estimated at around two million euros per season, in order to return to Coverciano. This financial concession further strengthens his case, especially as he already knows the current Azzurri generation inside out, as well as the Italian youth teams.
Mancini, a possible return to Coverciano
The 61-year-old tactician could thus resume a job he left unfinished after that historic Euro 2021 triumph. Despite that continental glory, his tenure was overshadowed by Italy’s failure to qualify for the 2022 World Cup.
After leaving Italy in August 2023 to take charge of the Saudi national team, Mancini remained at the helm of Saudi Arabia for just one year before stepping down in October 2024. More recently, he clinched the Qatari league title with Al Sadd.
Reports in Italy claim that Roberto Mancini remains a candidate for the Italy job, although Antonio Conte is still the frontrunner. pic.twitter.com/7l38jbk7Y7
— Football Italia (@footballitalia) May 20, 2026
Other names being floated include Massimiliano Allegri and Claudio Ranieri. The Italian press has even mentioned the dream scenario of seeing Pep Guardiola one day take charge of the national team after his spell with Manchester City.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.


